oleh

Nuansa Kongres PMII Antara Kaderasi Atau Politisasi

SuaraNews,- pendaftaran untuk Maju menjadi ketua Pengurus Besar PMII Mendapat Kritikan Dari berbagai kader PMII di Indonesia.

Mahal amat pendaftarannya, tidak sebanding dengan syarat pendidikan formalnya yang cukup dengan ‘sedang melanjutkan S2. Jika perlu, calon Ketua harus berpendidikan S3.

Jika kita analisis dari selebaran ini, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa nuansa Kongres yang akan datang akan lebih kental politisnya dibanding memikirkan konsep kaderisasi atas tantangan zaman saat ini.

Baca Juga :   PKB Sambut Wakil Presiden Dalam Acara Executive Committee Meeting Centrist Democrat International

Kembali ke syarat calon, sepertinya calon Ketua yang diharapkan di Kongres yang akan datang adalah yang memiliki jiwa politisi dibanding jiwa kaderisasi agar PMII mampu menjawab tantangan zaman.

Nominal 20 jt bukan nilai yang kecil bagi kader yang berjiwa kaderisasi, tapi kemungkinan tidak ada apa-apanya bagi kader dengan hasrat politisi.

Baca Juga :   Yenny Wahid Resmi Jadi Komisaris Garuda Indonesia

Salah satu yang harus menjadi fokus PMII adalah penguasaan kampus. Bukan hanya dalam struktur kemahasiswaan, namun juga dalam struktur birokrasi Kampus.

Di dunia kampus, issu yang harus dikawal secara serius oleh PMII adalah radikalisme. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ruang kaderisasi bagi kelompok radikalisme adalah Perguruan Tinggi.

Oleh : Muhammad Aras Prabowo

banner

Komentar

Berita Terbaru